Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Membumikan Kurikulum dan Kompetensi Anak

Gambar
  “Sejatinya proses pembelajaran itu hanya membutuhkan seperempat persiapan (RPP), tiga perempatnya adalah panggung kegiatan”.           Berbicara tentang pendidikan, mesti dimulai dari anak. Bukan dari kurikulum. Kenakalan pada anak merupakan “ embryo management”.   Mereka nakal karena ingin pengakuan. Itulah peran pendidikan dalam mendidik anak , saat mendampingi tumbuh kembang perikehidupan anak . Mendidik anak berarti membimbing dan mengelola pribadi mereka secara utuh, terutama aspek sosial-emosinya. Mengayakan lingkungan “enrichment ” memiliki banyak pengaruh dari pada hanya melakukan pengajaran “instruction” . Proses pembelajaran di TK melalui penemuan ( discovery) seperti yang digagas oleh Bruner, Dewey, Elkind bahwa anak datang ke sekolah adalah untuk berbuat ( to do, to cook, to sew, to work with wood and tools in simple constructive acts….           Pendidikan kita jangan menciptakan ketakutan untuk ga...

Growing A Green Generation inspirasi Jepang

Gambar
            Jepang telah melakukan reformasi pendidikan untuk cinta tumbuhan kepada anak-anak di SD lebih dari seabad lalu. Pada tahun 1919 Moromizato seorang guru yang sangat terkenal dari Seijo Jepang mengenalkan sebuah mata pelajaran baru yang memutar kiblat pendidikan di SD Jepang. Mata pelajaran “Pendidikan Alami” (nature education) itu dikenalkan kepada anak-anak SD negeri kelas 4 ke atas. Alasan Moromizato memasukkan pendidikan alami sebagai mata pelajaran yang penting pada generasi muda Jepang dikarenakan anak-anak membutuhkan langsung bagaimana mengeksplorasi alam dengan sensori-inderawi yang mereka miliki.         Sementara untuk anak SD kelas 1 dan 2 kepada mereka dikenalkan model pendidikan alami yang sangat mengasyikkan, yaitu dengan merancang kurikulum semenarik mungkin untuk mengajak anak senang mengamati bagaimana kehidupan kupu-kupu, ulat, belalang, kepik, hingga kunang-kunang, dan capung di sekita...

Plant Blindness

Gambar
                     Isu ‘ Plant Blindness’ marak sejak tahun 1999, jauh sebelum PBB menggaungkan program EfSD. Ketika seorang ahli botani dan pendidik biologi J.H. Wandersee dan E.E Schussler mempublikasikan ‘ preventing plant blindness’ . Kecenderungan manusia mengabaikan tumbuhan di lingkungan sekitarnya, sebagai bentuk bias dari kognitif informal dalam pendidikan sejak anak usia dini. Penulis mengamati sendiri keabaian generasi yang hidup hari ini terhadap tumbuhan. Mereka menikmati nikmatnya minuman kopi dan coklat setiap saat, namun mereka tidak mengenali seperti apa kehidupan tumbuhan tersebut. Tumbuhan dianggap tidak penting karena tidak bergerak seperti hewan, kebanyakan berwarna sama (hijau) dan keberadaannya dianggap tidak penting. Kajian lain juga dipengaruhi oleh faktor praktik budaya. Pada suku-suku tertentu di Indonesia mereka lebih suka mendongengkan cerita hewan ( fable ) kepada anak-anak mereka dari pada...

Memingit Gen Peradaban

Gambar
  “What knowledge is of most worth?"           Apa pengetahuan yang paling berharga untuk membekali anak-anak kita di abad ke 21 ini? Herbert Spencer menjawab bahwa bekal pengetahuan yang paling berharga untuk generasi peradaban saat ini adalah pengetahuan yang mampu untuk menangani beragam permasalahan yang mereka temui saat mereka dewasa nanti. Abad ke 21 ditandai dengan beragam perubahan yang begitu cepat terjadi dalam aspek kehidupan manusia. Kita baru saja keluar dari wabah pandemik dahsyat Covid 19 global yang membuat kehidupan manusia mengalami perubahan dan dalam ketidakpastian. Menyiapkan anak-anak mudah beradaptasi adalah tantangan berat pelayanan pendidikan saat ini. Oleh karena itu orang tua dan guru harus saling menguatkan untuk menaklukkan tantangan yang semakin berat ini. Manusia yang merasa sudah pandai ( learnt ) dan merasa tidak perlu belajar lagi akan menjadi manusia yang tidak memiliki ketrampilan hidup yang berguna lagi pada zamann...

Biji-Bijian Untuk Anak Indonesia

Gambar
            Banyak manfaat dari program Hijau Indonesiaku melalui eksplorasi saat anak bertumbuh   dan berkembang. Indonesia yang dilewati garis Wallacea dan khatulistiwa memiliki beragam jenis tanaman. Biodiversity yang teramat kaya. Pendidikan untuk anak di kesemestaan terkait dengan kecerdasan intelektual (IQ), kejiwaan (EQ), spiritual (SQ) dan pisik anak sangat diutamakan. Anak mengenali lingkungan dan konservasi sejak usia dini akan mampu memainkan perannya lebih mencintai kehidupan dan hidup bahagia kelak. Anak belajar sains langsung dari alam (kebun) secara nyata dan terintegrasi secara utuh dengan berbagai bidang pengembangan seperti matematika, sains, berbahasa, seni, dan sebagainya. Secara psikologis media pendidikan yang bertumpu pada semesta akan meningkatkan tanggungjawab, harga diri, percaya diri, kesabaran, ketangguhan, kepekaan pada alam, dan kerjasama. Dan terakhir secara pisik, mendukung pengetahuan nutrisi anak, karena ia belaja...