Biji-Bijian Untuk Anak Indonesia

 

        Banyak manfaat dari program Hijau Indonesiaku melalui eksplorasi saat anak bertumbuh  dan berkembang. Indonesia yang dilewati garis Wallacea dan khatulistiwa memiliki beragam jenis tanaman. Biodiversity yang teramat kaya. Pendidikan untuk anak di kesemestaan terkait dengan kecerdasan intelektual (IQ), kejiwaan (EQ), spiritual (SQ) dan pisik anak sangat diutamakan. Anak mengenali lingkungan dan konservasi sejak usia dini akan mampu memainkan perannya lebih mencintai kehidupan dan hidup bahagia kelak. Anak belajar sains langsung dari alam (kebun) secara nyata dan terintegrasi secara utuh dengan berbagai bidang pengembangan seperti matematika, sains, berbahasa, seni, dan sebagainya. Secara psikologis media pendidikan yang bertumpu pada semesta akan meningkatkan tanggungjawab, harga diri, percaya diri, kesabaran, ketangguhan, kepekaan pada alam, dan kerjasama. Dan terakhir secara pisik, mendukung pengetahuan nutrisi anak, karena ia belajar mengetahui makanan yang bergizi, mengaktifkan sensori indrawi, mengenal dari mana asal usul makanan, selain menyenangkan hatinya karena ia belajar dari alam. Mereka sadar nutrisi!

        Program mengajak anak berkebun dan bermain di alam, terkait dengan semua aspek perkembangan anak, yakni pisik, emosi, sosial, bahasa, kognitif, dan spritual. Berbasis pada kecerdasan beragam (multiple intelligence) yang dimiliki manusia. Tidak ada alasan untuk meninggalkan alam semesta dalam merancang pendidikan usia dini. Pemahaman terkait kecerdasan-yang ada selama ini cenderung terkotak-kotak.  Kita membutuhkan satu cara baru dalam mendidik dan membersamai anak-anak kita Gen Alpha yang sesaat lagi akan muncul pula Gen Betha. Ilmu otak telah berkembang pesat, menyibak dan menemukan banyak hal terkait interaksi manusia, alam, dan Tuhannya. Tiga kualitas penting interkoneksi manusia untuk mengenal, saling terhubung, menyatu dengan alam dan Sang Rabb.

        Saya juga Anda tentunya memiliki sejarah dengan biji-bijian. Saya menjalani kehidupan sebagai anak desa yang tumbuh akrab bersama dengan aneka biji-bijian. Terbayangkankah, jika semua anak Indonesia peduli terhadap aneka biji-bijian yang ada di bumi pertiwi yang kita cintai ini? Mereka  mau mengenal aneka biji-bijian yang ada di dapur ibu mereka, di ladang para petani. Seluruh nenek moyang bangsa manusia di atas dunia ini telah merawat bumi ini dengan filosofi biji-bijian (seeds) secara alamiah bukan melalui lensa teknologi modern yang merusak dan memusnahkan.

        Kita semua dibesarkan karena adanya biji-bijian. Tuhan memberi kita gigi geligi bernama geraham dengan jumlah yang paling banyak dari semua saudara sepergigiannya. Semua dengan tujuan agar bermanfaat untuk mengunyah aneka biji-bijian. Kunyah-kunyah yang lama, hingga berbaur dengan air liurmu untuk engkau sehat. Begitu nenek kita mendidik cucunya belajar mengunyah dan mencerna makanan. Anak-anak tumbuh sebagai anak yang sehat karena ia mencintai biji-bijian.

        Kita tidak memiliki dongeng atau pun resep khusus tentang masa depan Indonesia Hijau. Tapi kita punya banyak pengalaman semenjak kecil hingga sekarang tentang kisah manusia dengan koleksi biji-bijiannya. Namun kisah lain yang tragis juga telah menyisakan kepedihan karena kisah krisis lingkungan dikarenakan industri teknologi yang meracuni berbagai jenis tanaman telah membuat ratusan biji-bijian kehilangan sistem kehidupannya yang alamiah.

        Saya hanya dapat mengundang Anda yang membaca buku ini mampu mempertimbangkan banyak pilihan dengan penuh kehati-hatian. Indonesia yang sangat kaya raya dengan 39.549.447 hektare hutan tropis terbesar di seluruh dunia, dengan berbagai ragam hayati dan plasmanutfah. Terlengkap di dunia! Akankah kita tega menyaksikan para oknum yang berkuasa saat ini mengeksploitasi dan memusnahkannya atas nama mensejahterakan rakyat ?

        Semua jawaban akan dijawab abak-anak kita yang hidup hari ini, Apabila kita mampu mengajak mereka berbuat menabur satu, dua, puluhan, ribuan bibit dari tangan mungil mereka. Memulai kisah tentang hijau Indonesia hari ini dan di masa depan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Membumikan Kurikulum dan Kompetensi Anak

Plant Blindness